My Blog...

Berpacu menjadi yang terbaik

Sejarah musik britpop

13 April 2013 - dalam Musik Oleh dwiky-a-p-fisip09
Britpop dan Lirik Romantis Halo para penikmat musik. Pastinya sudah sering mendengar berbagai jenis aliran musik. Mulai dari rock, “emo”, “grunge”, jazz, sampai dangdut. Pada edisi CP sebelumnya kita membahas mengenai jazz dan perkembangannya dan kali ini, kita mengulas tentang aliran britpop dan pengaruhnya pada pertumbuhan band di Indonesia. Britpop adalah salah satu aliran musik yang mencirikan kebudayaan Inggris (British) yang lahir dari perpaduan beragam jenis musik mulai dari alternative rock, goth, punk dan indie. Istilah britpop muncul pada era 1990 yang dipengaruhi oleh musik British pop dari tahun 60-70-an (generasi pertama aliran britpop) seperti The Beatles, The Animals, dan The Rolling Stones. Musik jenis ini memang lebih mengedepankan gaya melankolis yang banyak berbicara tentang hidup dan cinta dengan lirik yang sendu dan romantis. Pada zaman keemasannya tahun 1990-an. britpop muncul menggebrak dunia musik di Amerika, yang pada masa itu dikuasai oleh genre musik alternative dan grunge. Terutama pada saat itu, Nirvana dapat menggeser pasaran dunia yang sebelumnya dipegang oleh musik-musik rock dan metal seperti yang disajikan oleh Guns ‘n Roses atau Metallica. Sedikit bocoran informasi untuk para pembaca, yang berminat untuk menjadi artis atau memproduksi musik aliran ini, yakni kuncinya, kita harus bisa menaklukkan pasaran musik di Amerika. Sebagaimana kita ketahui, Amerika adalah pusat musik-musik dunia. Well, jika kita berhasil menguasai pasaran musik Amerika, bukan hal yang tak mungkin, kita bakalan menjadi band yang digandrungi penggemar di Indonesia dan berhasil menjual banyak album. Respons Positif Invasi musik Inggris melalui britpop ini rupanya mendapat respons positif dari pasaran dunia yang sudah bosan dengan genre musik yang itu-itu saja. Dengan booming-nya musik britpop generasi kedua ini, maka lahirlah banyak group band dengan beraneka ragam sound. Diawali dari The Cure, The Smiths, dan Morissey pada tahun 1980-an. Diikuti Blur, James, The Verve, PULP, Suede, Lighning Seeds, Echobelly, Kula Shaker, Stereophonic, Catatonia, The Stone Roses, Supergrass, Elastica, dan Oasis pada tahun 1990-an. Tidak bisa kita pungkiri lagi, persaingan musik Amerika dan Inggris memang selalu menarik untuk diikuti, setelah persaingan antara alternative dan grunge ala Amerika dengan britpop ala Inggris pada tahun 90-an. Hal itu masih berlanjut hingga era sekarang. Untuk meng-eksistensikan keberadaanya di jagad hiburan, britpop tetap mempertahankan musiknya melalui lirik yang romantis dan sendu melalui band generasi ketiga. Band tersebut di antaranya Radiohead, Coldplay, Placebo, dan Travis. Band-band ini datang untuk menyaingi band Amerika yang kembali ke jalur rock melankolis atau dengan kata lain emo yang berasal dari kata “emosional” dengan digawangi band seperti Blink 182, The Used, dan My Chemical Romance. Bicara tentang musik di Barat sana, sepertinya tidak akan ada habis-habisnya ya. Kalau tadi kita membahas bagaimana britpop itu muncul, sekarang kita akan membahas perkembangan britpop di Indonesia. Invasi musik britpop yang menyebar di Jakarta terjadi pada pertengahan era 1990-an. Generasi pertama di antaranya Pure Saturday, Cherry Bombshell, Rumah Sakit, Planet Bumi, dan Pestol Aer. Band-band ini berasal dari komunitas musisi yang menyukai jenis musik British. Tidak disangkal lagi, hingar-bingar britpop inilah yang menginspirasi banyak band-band di Indonesia. Tidak terkecuali pada saat ini, band indie yang berkembang meniru musik British, baik dari segi musik, gaya atau pun fashion. Mengenai fashion, ini sangatlah unik. Di British sendiri pada tahun 1990-an band-band britpop banyak menggemari pakaian body fit, yang melahirkan gaya baru dalam ber-fashion, yang disebut indies. Gaya yang sangat digemari di seluruh dunia tanpa terkecuali Indonesia. Seiring perjalanan musik di Indonesia, yang mengikuti selera pasar, musik jenis britpop di Jakarta sempat tertidur selama beberapa tahun, di mana para pentolannya sebelumnya hanya tampil di daerahnya atau di komunitas sendiri. Pada era sekarang, jagad musik di Jakarta semakin berkembang dengan lahirnya generasi baru yang setia mengusung aliran britpop, seperti C’mon Lennon, The Sastro, Ballads of the Cliché, sampai Nidji. Sumber: tito-sejarah-musik.blogspot.com

Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :