My Blog...

Berpacu menjadi yang terbaik

knowledge management

13 November 2011 - dalam Kuliah Oleh dwiky-a-p-fisip09

Manajemen Pengetahuan adalah kumpulan perangkat, teknik, dan strategi untuk mempertahankan, menganalisa, mengorganisir, meningkatkan, dan membagikan pengertian dan pengalaman. Pengertian dan pengalaman semacam itu terbangun atas pengetahuan, baik yang terwujudkan dalam seorang individu atau yang melekat di dalam proses dan aplikasi nyata suatu organisasi. Fokus dari MP adalah untuk menemukan cara-cara baru untuk menyalurkan data mentah ke bentuk informasi yang bermanfaat, hingga akhirnya menjadi pengetahuan.

Kegiatan Manajemen Pengetahuan (MP) ini biasanya dikaitkan dengan tujuan organisasi semisal untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi. Pada umumnya, motivasi organisasi untuk menerapkan MP antara lain:

  • Membuat pengetahuan terkait pengembangan produk dan jasa menjadi tersedia dalam bentuk eksplisit
  • Mencapai siklus pengembangan produk baru yang lebih cepat
  • Memfasiltasi dan mengelola inovasi dan pembelajaran organisasi
  • Mendaya-ungkit keahlian orang-orang di seluruh penjuru organisasi
  • Meningkatkan keterhubungan jejaring antara pribadi interna dan juga eksternal
  • Mengelola lingkungan bisnis dan memungkinkan para karyawan untuk mendapatkan pengertian dan gagasan yang relevan terkait pekerjaan mereka
  • Mengelola modal intelektual dan aset intelektual di tempat kerja

Karakteristik Knowledge Management:

Penggunaan pengetahuan tidak akan  menghabiskannya

Perpindahan pengetahuan tidak akan  menghilangkannya

Pengetahuan itu berlimpah, tetapi kemampuan terbatas  untuk menggunakannya

Banyak pengetahuan berharga hilang begitu saja

 

Hakikat Knowledge Management

Manajemen Pengetahuan atau Knowledge Management  (KM) dimaksudkan untuk  mewakili pendekatan terencana dan  sistematis untuk menjamin penggunaan  penuh dasar pengetahuan organisasi,  ditambah keahlian, kompetensi,  pemikiran, inovasi, dan ide individual  potensial untuk menciptakan organisasi  yang lebih efisien dan efektif

 

Tujuan KM

Tujuan dasarnya adalah untuk memanfaatkan pengetahuan untuk keunggulan organisasi

Tujuan lainnya adalah:

1.Fasilitasi masa transisi orang lama dengan orang baru

2.Minimalisasi hilangnya “pengetahuan” karena keluarnya karyawan

3.Mengetahui sumber daya dan area pengetahuan kritis yang dimiliki

4.Mengembangkan metode untuk mencegah hilangnya kekayaan intelektual perusahaan

 

Multidisiplin KM

 

Ilmu keorganisasian

Ilmu kognitif

Linguistik

Teknologi informasi  knowledge-based system, database technology, information management

Ilmu kepustakaan

Teknik penulisan dan jurnalisme

Antropologi dan sosiologi

Pendidikan dan pelatihan

Ilmu komunikasi

Teknologi kolaborasi  intranet, ekstranet, portal, web technologies

 

KM untuk Individual

Membantu orang mengerjakan tugas

Membangun ikatan komunitas dengan  organisasi

Membantu orang tetap up-to-date

Menyediakan tantangan dan kesempatan  untuk berkontribusi

 

KM untuk Komunitas

Mengembangkan keahlian profesional

Mendorong mentoring

Memfasilitasi networking dan kolaborasi  yang efektif

Mengembangkan kode etik profesional

Mengembangkan “bahasa” yang sama

 

KM untuk Organisasi

Membantu mendorong strategi

Menyelesaikan masalah lebih cepat

Menerapkan best practice

Meningkatkan pengetahuan dalam produk  dan layanan

Membangun “memori” organisasi

 

 

 

Kekayaan Intelektual

Dapat dijumpai baik di level operasional, taktis, dan strategis organisasi

Meliputi hal-hal:

Kompetensi g keahlian dibutuhkan untuk mencapai kinerja tinggi

Kapabilitas g keahlian strategis dibutuhkan untuk mengintegrasi dan menerapkan kompetensi

Teknologi g perangkat dan metode dibutuhkan untuk menghasilkan hasil fisik tertentu

 

Perspektif Organisasi

Perspektif Bisnis g fokus pada mengapa, dimana, dan sejauh mana organisasi harus investasi atau eksploitasi pengetahuan

Perspektif Manajemen g fokus pada manajemen praktek dan aktifitas yang berkaitan dengan pengetahuan untuk mencapai tujuan dan strategi bisnis

Perspektif Praktis g fokus pada penerapan keahlian untuk melakukan kerja dan tugas yang berkaitan dengan explicit knowledge

 

 

Proses Pembentukan Pengetahuan

Nonaka dan Takeuchi (The Knowledge Creating Company, 1995; 63-69) lebih lanjut mendiskusikan empat gaya konversi atau ciptaan pengetahuan yang diperoleh dari kedua macam pengetahuan:

 

Gambar 1. Empat gaya konversi pengetahuan

Sosialisasi

Sosialisasi meliputi kegiatan berbagi pengetahuan tacit antar individu . Istilah sosialisasi digunakan, karena pengetahuan tacit disebarkan melalui kegiatan bersama, seperti tinggal bersama, meluangkan waktu bersama – bukan melalui tulisan atau instruksi verbal . Dengan demikian, dalam kasus tertentu pengetahuan tacit hanya bisa disebarkan jika seseorang merasa bebas untuk menjadi seseorang yang lebih besar yang memiliki pengetahuan tacit dari orang lain.

Dalam prakteknya, sosialisasi dilakukan melalui kegiatan penangkapan pengetahuan lewat kedekatan fisik seperti interaksi antara pimpinan dan pegawai, pimpinan dengan pimpinan, pegawai dengan pegawai .

Ekternalisasi

Eksternalisasi membutuhkan penyajian pengetahuan tacit ke dalam bentuk yang lebih umum sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Pada tahap eksternalisasi ini, individu memiliki komitmen terhadap sebuah kelompok dan menjadi satu dengan kelompok  tersebut. Dalam prakteknya, eksternalisasi didukung oleh dua faktor kunci .

Pertama, artikulasi pengetahuan tacit  yaitu konversi dari tacit ke eksplisit , seperti dalam dialog. Kedua, menerjemahkan pengetahuan tacit dari para ahli ke dalam bentuk yang dapat dipahami, misalnya dokumen, manual, dsb .

Kombinasi

Kombinasi meliputi konversi pengetahuan eksplisit ke dalam bentuk himpunan pengetahuan eksplisit yang lebih kompleks . Dalam prakteknya, fase kombinasi tergantung pada tiga proses berikut:

  1. Pertama, penangkapan dan integrasi pengetahuan eksplisit baru, termasuk pengumpulan data eksternal dari dalam atau luar institusi kemudian mengkombinasikan data – data tersebut .
  2. Kedua, penyebarluasan pengetahuan eksplisit tersebut melalui presentasi atau pertemuan langsung .
  3. Ketiga, pengolahan pengetahuan eksplisit sehingga lebih mudah dimanfaatkan kembali, misal menjadi dokumen rencana, laporan, data pasar, dsb .

Internalisasi

Terakhir, internalisasi pengetahuan baru merupakan konversi dari pengetahuan eksplisit ke dalam pengetahuan tacit organisasi . Individu harus mengidentifikasi pengetahuan yang relevan dengan kebutuhannya di dalam pengelolaan pengetahuan tersebut . Dalam prakteknya, internalisasi dapat dilakukan dalam dua dimensi . Pertama, penerapan pengetahuan eksplisit dalam tindakan dan praktek langsung . Contoh melalui program pelatihan .

 

Prinsip-prinsip Manajemen Pengetahuan  (MP)

Prinsip-prinsip didalam Manajemen Pengetahuan  disebut tacit dan eksplisit.

  1. Pengetahuan Tacit / Tacit Knowledge: adalah pengetahuan yang bersifat tak terlihat, tak bisa diraba kecuali disampaikan (eksplisit) .

Jenis pengetahuan tacit :

  • Tacit yang ada di dalam masing-masing orang, pribadi-pribadi, bersifat unik, tidak tertulis, tapi diketahui .
  • Tacit yang ada di dalam  sekelompok orang.

Yaitu pengetahuan yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang namun sifatnya masih tidak terlihat dan ada di dalam pikiran kelompok itu . Contoh yang kerap digunakan adalah orang bermain bola, mereka saling mengoper secara refleks tanpa komunikasi yang bisa dilihat bentuknya . Ini terjadi karena diantara mereka ada pengetahuan yang sifatnya tidak tertulis . Pengetahuan tacit semacam ini sebanarnya banyak dimiliki oleh  masyarakat, yang disebut pengetahuan yang tertanam di dalam hubungan antar manusia.

Dan pengetahuan semacam ini biasanya disebut trust atau kepercayaan. Saling percaya dan solider menjadi bagian dari pengetahuan . Paradigma lama berpikir bahwa pengetahuan tidak ada hubungannya dengan solidaritas dan norma-norma . Tapi sekarang makin terbukti bahwa hubungan itu ada .

2. Pengetahuan Eksplisit.

Jika pengetahuan yang sifatnya tacit ini kemudian dikeluarkan, ditulis atau direkam, maka sifatnya lantas menjadi eksplisit . Bentuk pengetahuan eksplicit ini berupa  :

  • Bentuk eksplisit yang dimiliki secara pribadi. Biasanya dalam bentuk catatan, buku harian, alamat teman, fotokopi dan segala bentuk eksplisit yang disimpan perorangan secara pribadi .
  • Bentuk eksplisit yang dipakai bersama-sama oleh sekelompok orang dalam bentuk tulisan tangan sampai internet. Dengan kata lain pengetahuan eksplisit yang di-share atau        dibagikan agar dapat dikses oleh banyak pihak.

 

 Gambar 3. Explicit dan Tacit Knowledge



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :