My Blog...

Berpacu menjadi yang terbaik

model perilaku informasi

12 November 2011 - dalam Kuliah Oleh dwiky-a-p-fisip09

Models of Information Behavior

 

-        Secara teoritis, model dari information seeking harus terdiri dari tiga isu kunci, yaitu 1) model tersebut menyediakan dasar untuk memprediksi perubahan dalam information seeking behavior. 2) model menyediakan panduan untuk mendesain strategi yang efektif untuk meningkatkan information seeking. 3) model harus secara eksplisit mengkonseptualisasikan information seeking behavior, mengembangkan kekayaan deskripsi didalamnya.

 

-        Model secara luas membagikan ide yang bertujuan untuk membangun model information behavior yang bisa menunjukkan bagaimana faktor-faktor atau variabel yang berbeda mempengaruhi information seeking.

 

Model

-        Model yang ada sering dikatakan untuk mendahului terbangunnya suatu teori formal, Dalam beberapa kasus, model secara eksplisit terdiri dari satu atau lebih teori, seperti pada model Wilson. Tiap model memberikan flowchart konvensional dan menunjukkan rangkaian atau urutan kegiatan/ event. Mereka semua bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan keadaan yang memprediksi tindakan yang dilakukan oleh individu untuk menemukan informasi tentang sesuatu.

 

-        Model, secara khusus lebih berfokus pada problem spesifik dibandingkan dengan teori.

 

-         Model juga sering diartikan memiliki hubungan dengan teori. Baik teori maupun model, keduanya merupakan versi ringkas dari realitas, dimana model secara khusus membuat isi mereka lebih konkret melalui sebuah diagram mengenai hal tertentu. Dengan menggambarkan proses secara kasual, model menjadikan hal tersebut lebih mudah untuk melihat jika hipotesis konsisten dengan apa yang kita amati dalam kehidupan nyata.

 

-        Seperti sebuah teori, sebuah model menggambarkan hubungan antar konsep namun lebih dekat kepada dunia nyata. Beberapa bidang ilmu telah memperluas penggunaan model yang kompleks; studi mengenai perilaku konsumen, dimana memiliki beberapa relevansi terhadap information seeking, dikembangkan sehingga menghasilkan consumer information search dan decision process.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Model Perilaku Informasi Wilson (1981)

 

 

 

  • o   Wilson menerangkan bahwa model yang dikembangkan tahun 1981 ini merupakan model makro atau model perilaku pencarian informasi yang masih ”kasar”

 

  • o   Model tahun 1981 di atas hanya menggambarkan tentang transfer, pertukaran dan penggunaan informasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Physiological needs à makan, minum, rumah, pakaian dsb

Affective needs à kebutuhan pencapaian, dominasi dsb (the need for attainment,for domination etc)

Cognitive needs à kebutuhan merencanakan, mempelajari suatu kemampuan dsb (the need to plan, to learn a skill etc)

 

 

AFEKSI

Afeksi melibatkan unsur perasaan.  Tanggapan-tanggapan afektif beragam dalam penilaian positif atau negatif, menyenangkan atau tidak menyenangkan dan dalam intensitas atau tingkat pergerakan badan.

 

 

KOGNISI

Istilah kognisi sering diartikan sebagai pemikiran. Istilah pemikiran ini memiliki pengertian yang luas, yaitu mengacu pada proses penerimaan, pengolahan dan penggunaan informasi atau pengetahuan yang bermula dari adanya kontak aktif dan selektif dari individu dengan lingkungannya.

 

Kognisi mengacu pada proses mental yang tinggi dan pembentukan struktur pengetahuan yang dilibatkan dalam tanggapan seseorang terhadap lingkungannya. Manusia mengembangkan sistem kognitif dalam membentuk pengertian, perencanaan, penetapan dan berpikir.

  • Pengertian: menginterpretasikan atau menetapkan arti aspek khusus lingkungan seseorang.
  • Penilaian: menetapkan apakah suatu aspek lingkungan atau perilaku pribadi seseorang adalah baik atau buruk, positif atau negative, menyenangkan atau tidak menyenangkan.
  • Perencanaan: menetapkan bagaimana memecahkan suatu permasalahan atau mencapai suatu tujuan.
  • Penetapan: membandingkan alternatif pemecahan suatu masalah dari sudut pandang dan mencari alternatif yang terbaik.
  • Berpikir: aktifitas kognitif yang muncul di sepanjang proses di atas.

 

 

TEORI PERAN (ROLE THEORY)

Peran dan Status

Status/kedudukan à suatu posisi seseorang dalam kelompok atau posisi suatu kelompok dalam hubungannya dengan kelompok lainnya.

 

Peran à perilaku yang diharapkan dari seseorang yang menduduki suatu status.

 

Ketika orang menempati posisi sosial, perilakunya ditentukan oleh apa yang diharapkan dari posisi tsb à apa yang diharapkan oleh lingkungan.

 

Mead à Peran adalah strategi penyesuaian dimana individu belajar berperilaku dalam menempati posisi ketika mereka berinteraksi dalam masyarakat.

 

Moreno à Peran adalah kebiasaan yang dipelajari oleh individu dari lingkungan.

 

Intinya: Peran menyediakan garis pedoman perilaku, persepsi, resep atau batasan-batasan dalam bentuk ekspektasi yang berasal dari lingkungan.

 

Teori Peran meyediakan kekhususan antara lain dalam hal motivasi pribadi, persepsi terhadap kebutuhan informasi serta prioritas-prioritas dalam pencarian informasi.

 

Teori peran melihat bahwa perilaku individu akan lebih banyak ditentukan oleh posisi sosial yang mereka tempati daripada karakter individu mereka sendiri.

 

Work Environment --> lingkungan kerja

Socio-cultural Enviroment --> lingkungan sosial - budaya

Politico-economic Enviroment --> lingkungan politik - ekonomi

Physical Enviroment --> lingkungan fisik

 

Hambatan Sosial/Antar pribadi

Persoalan antarpribadi muncul ketika sumber informasi adalah orang atau saat interaksi antar pribadi diperlukan untuk mendapatkan akses ke jenis sumber informasi lainnya.

 

Hambatan personal --> terkait dengan hambatan yang berasal dari individu: fisik, mental, karakteristik demografis: pendidikan, usia, ses.

 

Hambatan Lingkungan --> menunjuk pada lingkungan individu berada dalam konteks penemuan informasi.

 

 

INFORMATION SEEKING BEHAVIOR dari ELLIS (lihat pp)

 

 

Membandingkan Tiap Model

Masih ada perbedaan lainnya yang mengakar dari kecenderungan aplikasi dari model-model tersebut.

Model pertama Wilson secara kontras tidak secara eksplisit menyamakan dokumen sebagai sumber namun lebih kepada ”sistem”, ”sumber” dan ”masyarakat/ orang” – membuatnya lebih umum daripada model-model lainnya Model Wilson cenderung menggambarkan cakupan luas dari perilaku informasi, dan menjadi lebih berguna sebagai diagram untuk mendesain studi empiris mengenai information seeking; model itu sendiri merupakan hasil dari penelitian selama beberapa tahun. Model Wilson tahun 1981 memperkenalkan konsep tentang hasil penemuan (sukses atau gagal), dan tingkatan kepuasan dari kebutuhan. Model ini mengabaikan karakteristik sumber dan preferensi personal.

Tabel 6.1

Membandingkan ketujuh model

 

Pengarang

Jumlah Faktor atau Tahap

Anteseden Utama

Faktor atau Variabel Utama

Hasil Utama dari Model Perilaku

Wilson, 1981

12

Kebutuhan

Penemuan; Pembayaran

Permintaan; sukses; gagal; menggunakan; mengirim; puas atau tidak puas

Wilson, 1996, 1999a

14-20

Konteks; Seseorang dalam konteks/ Person in Context

Psikologis; demografis; hubungan peran; lingkungan; karakteristik sumber

Perhatian pasif; Pencarian pasif; Pencarian aktif; Pencarian berkelanjutan; Menemukan, menggunakan dan mengolah

 

 

Model Wilson yang kedua jauh lebih kompleks daripada modelnya yang pertama. Model ini memperkenalkan faktor-faktor yang di model pertamanya diabaikan oleh wilson. Model ini mengidentifikasi tidak hanya variabel-variabel personal yang berpotensi dan mode-mode penemuan/ seeking, tapi juga menyrankan teori yang relevan mengenai motivasi dibalik perilaku pencarian.



Read More | Respon : 1 komentar

1 Komentar

mZljkueFozZpGMJMUNz

pada : 22 April 2012


"It's always a relief when someone with oobivus expertise answers. Thanks!"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :